Newest Post
Menurunkan Gula Darah dan Mencegah Diabetes
Buah naga merah mengandung gula sederhana sehingga sangat
bagus untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, bahkan para penderita diabet
dianjurkan untuk sering mengkonsumsi buah naga merah. Hal ini karena ada
penelitian yang menunjukan bahwa dengan mengkonsumsi buah naga merah maka kadar
glukosa dalam darah menjadi turun.
Melancarkan Pencernaan Dan Menyehatkan Jantung
Buah naga merah mengandung serat alami yang tinggi. Serat
sangat bagus untuk melancarkan pencernaan yang bermasalah. Sangat dianjurkan
untuk mengkonsumsinya jika anda sering tidak lancar BAB dan terkena sembelit.
Dianjurkan juga untuk yang sedang diet rajin mengkonsumsi buah naga merah. Fiber atau serat juga
berfungsi sebagai zat yang melawan dan mencegah penyakit seperti serangan
jantung, stroke dan gangguan kardiovaskular.
Kandungan betakaroten dalam buah naga merah membuat vitamin A bekerja
dan memperbaiki penglihatan.
Meningkatkan nafsu makan
Kandungan vitamin B1 dan B2 dalam buah naga merah bisa
menyebabkan nafsu makan kita bertambah. Karena di dunia kedokteran vit B1 dan
B2 sering digunakan untuk penambah nafsu makan khususnya ketika dalam proses
penyembuhan dari sakit.
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kekebalan tubuh kita akan kuat jika vitamin C dalam tubuh
terpenuhi. Nah karena buah naga merah ini mengandung banyak vitamin C maka buah
naga bisa dijadikan alternatif sebagai asupan vit. C bagi tubuh kita. Kekebalan
tubuh biasanya akan terganggu pada saat musim yang tidak menentu atau musim
yang ekstrim yang kadang panas kadang hujan. Mending makan buah naga merah
untuk menjaga daya tahan tubuh, enak kan..
Memperkuat tulang dan Gigi
Kandungan fosfor dan kalsium pada buah naga sangat baik
untuk memperkuat tulang dan gigi. Sebagaimana kita tahu bahwa tulang dan gigi
sangat memerlukan asupan fospor dan kalsium yang cukup agar tulang dan gigi
kita sehat. Jadi jika ingin sehat tulang dan gigi alternatifnya adalah rajinlah
makan buah naga merah. Tapi jangan lupa tetep sikat gigi ya..
Merawat Kesehatan Kulit
Manfaat buah naga merah berikutnya adalah berguna untuk merawat
kesehatan kulit. Vitamin C yang terkandung dalam buah naga merah bisa
juga
digunakan untuk perawatan kulit. Yaitu dengan cara dibuat menjadi
masker.
Caranya adalah kupas kulit buah naga dan ambil dagingnya lalu blender
sampai
halus. Masukan ke gelas dan ambil airnya
lalu dioleskan kewajah. Masker ini bisa menjadi obat herbal untuk
menghilangkan
jerawat dan bekas jerawat.
Fakta Tertawa Lebih Sehat Daripada Marah
Dalam berbagai
penelitian, tertawa diyakini banyak sekali manfaatnya, terutama
dihubungkan dengan kesehatan. Dengan tertawa, berbagai macam
penyakit mulai dari gangguan jiwa, kanker, hingga gangguan
seksual bisa diobati. Lebih lanjut, penelitian menunjukkan
tertawa juga bisa meringankan migren, sakit kepala, mengurangi
risiko infeksi paru-paru, serta dapat meningkatkan endorphin
dalam tubuh kita yang merupakan penghilang rasa sakit.
Selain
itu, tertawa juga identik dengan olahraga. Tertawa selama satu
menit diyakini efeknya sama dengan kita mengayuh sepeda selama 10
menit. Tertawa seratus kali efeknya setara dengan kita melakukan
jogging selama sepuluh menit. Tertawa terbahak-bahak selama 20
detik setara dengan kita melakukan jogging selama 3 menit.
Jadi tidak salah kalau dikatakan bahwa tertawa adalah suplemen
terbaik untuk memperpanjang umur dan tetap awet muda. Bahkan
daripada minum suplemen tertawa harganya lebih ekonomis, karena
tidak mengeluarkan biaya asalkan dilakukan dengan tepat. So,
jangan pernah anggap remeh kekuatan tawa anda! Sebetulnya tawa
itu mirip dengan olahraga. Alasannya adalah ketika tertawa
terbahak-bahak, Anda memasukkan oksigen meningkatkan pernapasan
serta sirkulasi darah di tubuh. Ini artinya dengan tertawa
Anda dapat menyehatkan jantung sekaligus menjaga tekanan darah
agar tidak melonjak.
Tertawa
lima menit dengan periode lima kali sehari juga disinyalir mampu
untuk meningkatkan sistem kek 1 tubuh dan menekan stress. Jadi,
ayo ajak teman-teman anda untuk berkumpul dan tertawa bersama
demi menyehatkan tubuh dan juga jiwa. Maka dari itu ada benarnya
kalau anda semua pernah dengar bahwa tertawa banyak manfaatnya.
Manfaat yang pasti dari tertawa adalah menyehatkan
Taekwondo
Taekwondo (juga dieja Tae
Kwon Do, Taekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea
yang juga populer di Indonesia, olah raga ini
juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling
banyak dimainkan di dunia
dan juga
dipertandingkan di Olimpiade.
Dalam bahasa Korea, hanja
untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon
berarti "tinju"; dan Do
berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat
diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau
"jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo
telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak
seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela
diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada
banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo,
seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap
bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar
untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan
berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak
dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip
dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan
taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan
pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling
(pergulatan).
Tiga materi dalam latihan
- Poomsae atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
- Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
- Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan kaki.
Filosofi sabuk pada Taekwondo
- Putih melambangkan kesucian, awal/dasar dari semua warna, permulaan. Di sini para taekwondoin mempelajari jurus dasar (gibon) 1
- Kuning melambangkan bumi, disinilah mulai ditanamkan dasar-dasar TKD dengan kuat.Mempelajari gibon 2 dan 3. Sebelum naik sabuk hijau biasanya naik ke sabuk kuning strip hijau terlebih dahulu.
- Hijau melambangkan hijaunya pepohonan, pada saat inilah dasar TKD mulai ditumbuhkembangkan.(mempelajari taeguk 2). Sebelum naik ke sabuk biru biasanya naik ke sabuk hijau strip biru terlebih dahulu.
- Biru melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi dan seisinya,memberi arti bahwa kita harus mulai mengetahui apa yang telah kita pelajari.(mempelajari taeguk 4). Sebelum naik sabuk merah biasanya naik ke sabuk biru strip merah terlebih dahulu.
- Merah melambangkan matahari artinya bahwa kita mulai menjadi pedoman bagi orang lain dan mengingatkan harus dapat mengontrol setiap sikap dan tindakan kita.(mempelajari taeguk 6). Sebelum naik sabuk hitam, biasanya naik ke sabuk merah strip dua dan merah strip satu dahulu. Maksud dari matahari adalah tingkaran di mana seorang sabuk merah memberi kehangatan atau dalam arti denotasi mulai memberi ilmu atau bimbingan.
- Hitam melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri kita dari takut dan kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9. Juga melambangkan alam semesta.
Terminologi Tae Kwon Do
- Sabeum = Instruktur
- Sabeum Nim = Instruktur Kepala
- Seonbae = Senior
- Hubae = Junior
- Tae Kwon Do Junshin = Prinsip Ajaran Tae Kwon Do
- Muknyeom = Meditasi
- Kihap = Berteriak dari dalam perut
- Dobok = Seragam Tae Kwon Do
- Ti = Sabuk Latihan
- wen = Kiri
- Oreon = Kanan
- Sijak = Mulai
- Kalryeo = Stop (Sementara)
- Keysok = Lanjutkan
- Keuman = Selesai
- A Nee = Tidak
- Yee = Ya
- Eolgol = Sasaran atas (Kepala)
- Moumtong = Sasaran tengah (Badan/Ulu Hati)
- Arae = Sasaran bawah (Pinggang kebawah)
- Kyungrye = Hormat
- Chariot = Mempersiapkan Diri
- Joon Bi = Istirahat
- Agam So = Istirahat dengan Tangan Dibelakang
- Nici = Sekian
- Belci Ki Manisi = Tempat Istirahat
- Menicip = Pengawas Taekwondo
- Dobeon = Dua Kali
- Sambeon = Tiga Kali
- Illjang = Satu
- Yeejang = Dua
- Samjang = Tiga
- Sahjang = Empat
- Ohjang = Lima
- Yukjang = Enam
- Chiljang = Tujuh
- Paljang = Delapan
Bagian-Bagian Tubuh
Bagian-Bagian Tubuh Yang Menjadi Sasaran (Keup So)
- Eolgol (Bagian Atas/Kepala/Muka)
Bagian ini
meliputi tulang belikat, wajah, kepala, dagu, jakun, tulang di antara mata,
bagian atas dan bawah bibir.
- Momtong (Bagian Tengah/Badan)
Bagian ini
meliputi perut, ulu hati, rusuk / tulang iga, serta dibawah tulang rusuk dimana
ginjal terletak didalamnya.
- Are (Bagian Bawah)
Bagian ini meliputi
pusar ke bawah, yaitu rongga bawah perut, selangkangan, paha bagian dalam, dan
kemaluan.
Bagian-Bagian Tubuh yang Digunakan untuk Menyerang dan
Bertahan
- Kepala (Jumeok)
- Tangan (Son)
- Lengan (Pal)
- Siku Tangan (Pal Kup)
- Kaki bagian Atas (Dari)
Seogi (Sikap Kuda-Kuda)
Sikap kuda-kuda
dibagi tiga yaitu:
- Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)
- Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)
- Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus)
Sikap Kuda-Kuda Terbuka
- Naranhi Seogi (Sikap Sejajar)
- Juchum Seogi (Sikap Duduk)
- Ap Seogi (Sikap Jalan Pendek)
- Ap Kubi Seogi (Sikap Jalan Panjang)
- Dwi Kubi Seogi (Sikap Kuda-Kuda L)
- Beom Seogi (Sikap Kuda-Kuda Harimau)
Sikap Kuda-Kuda Tertutup
- Moa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Tertutup)
- Koa Seogi (Sikap Kuda-Kuda Kaki Menyilang)
Sikap Kuda-Kuda Khusus
- Kibon Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap)
- Bojumeok Junbi Seogi (Sikap Kuda-Kuda Siap dengan Menutup Kepalan)
Pukulan, Sabetan, Tusukan , Tendangan, dan Tangkisan
Pukulan
- Yeop Jireugi = Pukulan Samping
- Chi Jireugi = Pukulan Dari Bawah Keatas
- Dolryeo Jireugi = Pukulan Mengait
- Pyojeok Jireugi = Pukulan dengan Sasaran
- Momtong Jireugi = Pukulan Mengarah ke Tengah (Pukulan Mengarah ke Ulu Hati)
- Are Jireugi = Pukulan ke Bawah
- Oreon Jireugi= Pukulan Dengan Tangan Kanan Yang Dilakukan Sambil Menendang (Ap Chagi)
- Eolgol Jirugi = Pukulan ke Atas (Pukulan Mengarah ke Kepala)
Sabetan
- Han Sonnal Mok Chigi = Sabetan dengan Pisau Tangan
- Jebipoom Mok Chigi = Sabetan dari Luar ke Dalam dengan Tangkisan Pisau Tangan
- Me Jumeok Naeryo Chigi = Sabetan dari Atas ke Bawah
- Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi = Sabetan Depan dengan Bonggol Atas Kepalan dengan Sasaran Atas
- Palkup Dollyo Chigi = Sabetan Memutar dengan Siku Tangan
- Palkup Pyojeok Chigi = Sabetan Siku Tangan dengan Sasaran
- Mureup Chigi = Sabetan dengan Lutut
- Deung Jumeok Bakkat Chigi = Sabetan dari Dalam ke Luar dengan Bonggol Atas Kepalan
Tusukan
- Pyeonsonkeut Sewo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Tegak
- Pyeonsonkeut Upeo Chireugi = Tusukan dengan Telapak Tangan Mendatar
- Kawison Keut Chireugi = Tusukan dengan 2 Jari ke Arah Mata
- Hanson Keut Chireugi = Tusukan dengan 1 Jari ke Arah Mata
Tendangan
- Ap Chagi = Tendangan depan ke arah perut menggunakan kaki depan
- Dollyo Chagi = Tendangan dari arah samping
- Yeop Chagi = Tendangan samping menggunakan pisau kaki
- Dwi Chagi = Tendangan belakang
- Twieo Ap Chagi = Tendangan depan yang dilakukan sambil melompat
- Twieo Dwi Chagi = Tendangan belakang yang dilakukan sambil melompat
- Twieo Yeop Chagi = Tendangan samping yang dilakukan sambil melompat
- Dubal Dangsang Chagi = Tendangan dengan dua target sasaran
- Goley / Nare Chagi = Tendangan ganda
- Sip Chagi An Chagi = Tendangan yang dilakukan sambil melompat dan tangkisan aremaki
- Penriyti Chagi = Tendangan keliling.
- Dwi Huryeo Chagi = Tendangan berputar melalui belakang.
- Deol Chagi = Tendangan mencangkul ke arah kepala menggunakan tumit
Tangkisan
- Are Magi = Tangkisan ke arah bawah untuk menangkis tendangan
- Eolgol Magi = Tangkisan ke arah kepala
- Momtong Bakat Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian dalam lengan bawah.
- Momtong An Magi = Tangkisan dari arah dalam menggunakan bagian luar lengan bawah.
- An Magi = Tangkisan dari arah luar.
- Bina Magi An Magi = Tangkisan yang dimulai dari lengan bawah dan saat masuk ke dalam harus melalui lengan atas
- An Palmok Momtong Bakkat Magi = Tangkisan ke arah lengan bawah
- Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar ke dalam
- Momtong Bakkat Makki = Tangkisan ke tengah dari dalam ke luar
- Sonnal Momtong Makki = Tangkisan ke tengah dengan pisau tangan
- Batang Son Momtong An Makki = Tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan
- Kawi Makki = Tangkisan menggunting
- Sonnal Bitureo Makki = Tangkisan melintir dengan satu pisau tangan
- Hecho Makki = Tangkisan ganda ke luar
- Eotgoreo Arae Makki = Tangkisan silang ke arah bawah
- Wesanteul Makki = Tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
TIME VALUE OF MONEY Vs ECONOMICS VALUE OF TIME
Islam tidak mengenal konsep Time Value of Money,
namun Islam mengenal konsep Economic Value of Time yang berarti bahwa yang bernilai adalah waktu
itu sendiri. Islam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi
dari pada harga tunai. Karena penetapan harga tangguh yang lebih tinggi itu sama sekali bukan
disebabkan Time Value of Money, namun karena semata-mata ditahannya hak si
penjual barang.
Dalam ajaran Islam, perilaku
individu dan masyarakat diarahkan ke arah bagaimana cara pemenuhan kebutuhan
mereka dilaksanakan dan bagaimana menggunakan sumber daya yang ada. Hal ini
menjadi subyek yang dipelajari dalam Ekonomi Islam sehingga implikasi ekonomi
yang dapat ditarik dari ajaran Islam berbeda dengan ekonomi konvensional.
Jadi, dalam ekonomi islam tidak membolehkan konsep Time Value of Money karena konsep itu merupakan dasar dari teori keuangan konvensional sedangkan yang diperbolehkan adalah konsep Time Value of Money.
MAKALAH
EKONOMI MIKRO
“
TEORI PRILAKU KONSUMEN PENDEKATAN KARDINAL DAN ORDINAL ’’
Disususn Untuk Memenuhi Tugas
Kelompok
Dosen
Pengampu : Imahda Khoiri Furqon, M.IE
Kelompok2
:
1.
Annisa Rahmawati
2.
Doni Darmawan
3.
Elisa Prima Yunita
4.
Leli Arista
5.
Nu Ariza Pratiwi
6.
Silvi Rizky Fauzi
JURUSAN SYARIAH ( PBS )
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
STAIN JURAI SIWO METRO LAMPUNG
2013
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin,
banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala
puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul ” TEORI
PRILAKU KONSUMEN PENDEKATAN KARDINAL DAN ORDINAL”.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini
terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yangmembangun demi perbaikan di masa depan.
Metro, 20 September 2013
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Teori konsumen mengenai dua
macam pendekatan, yaitu pendekatan guna kardinal atau cardinal utility approach dan pendekatan guna ordinal atau ordinal utility approach. Pendekatan guna kardinal menggunakan asumsi bahwa guna atau kepuasan seseorang tidak hanya dapat
dibandingkn, akan tetapi juga dapat diukur. Oleh
karena menurut kenyataan kepuasan seseorng tidak dapat diukur, maka asumsi tersebut dengan sendirinya dapat dikaitkan tidak realistik. Inilah
yang biasanya ditonjolkan sebagai kelemahan dari pada teori konsumen yang menggunakan pendekatan guna kardinal, yang terkenal pula dengan
sebuah teori konsumen dengan pendekatan guna marginal klasik atau classical marginal utility approach.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Apakah Konsep Teori Perilaku Konsemuen?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi
prilaku konsumen?
3. Apa yang dimaksud dengan pendekatan
konsumen kardinal?
4. Apa yang dimaksud dengan pendekatan
konsumen ordinal?
C.
TUJUAN
1. Menambah ilmu pengetahuan untuk para pembaca
dan pengkaji tentang konsep “Teori
Perilaku Konsumen”.
2. Menambah pengetahuan tentang faktor-faktor
yang mempengaruhi perilaku konsumen.
3. Menambah pengetahuan tentang pendekatan
konsumen kardinal dan ordinal.
D. SUMBER
DATA
Sumber data yang digunakan dalam membuat makalah ini
berasal dari buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Teori Prilaku Konsumen
Perilaku
konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari,menukar,
menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap untuk memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya
adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas,
seperti : uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan
demi kepuasan mereka.
Perilaku
permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang disaat
kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus).
Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan
bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai
barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang
diharapkannya.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Perilaku Konsumen
Untuk
memahami perilaku konsumen bergantung pada psikologi dan sosiologi. Hasilnya
berfokus pada empat bidang yang menjadi pengaruh utama terhadap perilaku
konsumen: psikologis, pribadi, sosial, dan budaya (RW.Griffin & RJ. Ebert, 2003:366)
a.
Pengaruh psikologis mencakup motivasi,
presepsi, kemampuan belajar, dan sikap perseorangan.
b.
Pengaruh pribadi mencakup gaya hidup,
kepribadian, dan status ekonomi.
c.
Pengaruh sosial mencakup keluarga,
pendapat pemimpin (orang yang pendapatnya diterima oleh orang lain), dan
kelompok referensi lainya seperti teman, rekan sekerja, dan rekan seprofesi.
d.
Pengaruh budaya mencakup budaya (“cara
hidup” yang membedakan satu kelompok besar dengan kelompok lainya), subkultur
(kelompok yang lebih kecil, seperti kelompok etnis yang memilliki nilai-nilai
bersama), dan kelas sosial (kelompok-kelompok berdasarkan peringkat budaya
menurut kriteria seperti latar belakang, pekerjaan, dan pendapatan.
Walaupun seluruh faktor
itu dapat berdampak besar pada pilihan konsumen, dampk faktor-faktor itu terhadap
pembelian aktual beberapa produk menjadi sangat
lemah atau dapat diabaikan. Beberpa konsumen, misalnya, memperlihatkan
loyalitas terhadap merek (Brand Loyalty) tertentu, yang berarti mereka secara
rutin membeli produk-produk karena mereka puas atas kinerja merek produk itu.
C. Pendekatan Konsumen Kardinal
Pendekatan konsumen Kardinal adalah daya guna dapat
diukur dengan satuan uang atau utilitas, dan tinggi rendahnya nilai atau daya
guna tergantung kepada subyek yang menilai. Pendekatan ini juga mengandung
anggapan bahwa semakin berguna suatu barang bagi seseorang, maka akan semakin
diminati.
Pendekatan kardinal memberikan penilaian bersifat
subyektif akan pemuasan kebutuhan dari suatu barang, artinya tinggi rendahnya
suatu barang tergantung sudut pandang subyek yang memberikan penilaian
tersebut, yang biasanya berbeda penilain dengan orang lain.
Pendekatan
ini merupakan gabungan dari beberapa pendapat para ahli ekonomi aliran
subyektif dari Austria seperti: Karl Menger,
Hendrik Gossen, Yeavon, dan Leon
Walras. Menurut pendekatan ini daya guna dapat diukur dengan satuan uang
atau util, dan tinggi rendahnya nilai atau daya guna bergantung kepada subyek
yang menilai.
Dalam
pendekatan ini akan banyak didasari oleh suatu hukum dari tokoh terkenal,
Gossen, yaitu
hukum Gossen.
Ø Hukum
Gossen I menyatakan bahwa jika kebutuhan seseorang dipenuhi terus-menerus maka
kepuasanya akan semakin menurun.
Ø Hukum
Gossen II menyatakan bahwa orang akan memenuhi berbagai kebutuhanya sampai
mencapai intensitas yang sama. Intensitas yang sama itu ditunjukkan oleh rasio
antara marginal utility dengan harga dari barang yang satu dengan
rasio marginal utility dengan harga
barang yang lain.
Hipotesis utama teori niali guna atau
lebih dikenal sebagai hukum nilai guna marginal yang semakin menurun,
menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari
mengkonsumsikan satu barang akan menjadi
semakin sedikit apabila orang tersebut terus-menerus menambah konsumsinya pada
barang tersebut.
Dalam pendekatan ini,
konsumen dianggap mengonsumsi kombinasi barang untuk mendapatkan kepuasan yang
maksimal dan tambahan kepuasan yang diperoleh dari tambahan konsumsi suatu
barang secara terus menerus akan semakin berkurang.
Asumsi dasar:
a. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan
ukur.
b. Semakin banyak barang dikonsumsi maka semakin
besar kepuasan.
c. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal
Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan
yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. (Mula-mula
kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan
kepuasan akan semakin turun). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping
MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum
Gossen.
Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa
dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika
konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal,
sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau
membayar dengan harga murah. Pendekatan
D. Pendekatan Konsumen Ordinal
Pendekatan
konsumen Ordinal adalah pendekatan yang daya guna suatu barangtidak perlu
diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi
rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Dalam
teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen
adalah:
· Konsumen
rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang
dimilikinya
· Kepuasan
konsumen dapat diurutkan, ordering
·
Konsumen lebih menyukai yang lebih
banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang
dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Kelemahan pendekatan konsumen ordinal yaitu terletak pada anggapan yang
digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi suatu barang dapat diukur
dari satu kepuasan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perilaku permintaan
konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang disaat kondisi yang
lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini
didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang
dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa
sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Menurut pendekatan kardinal kepuasan
seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Sedangkan menurut pendekatan
Ordinal daya guna suatu barang tidak
perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang
diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang.
.
DAFTAR PUSTAKA
Eko Suprayitno. 2008. “Ekonomi Mikro Perspektif
Islam”. Malang: UIN-MALANG
PRESS
Lukman. 2007. “Pengantar Teori
Mikro Ekonomi”. Jakarta: UIN Jakarta Press
http://senjayakertiawan.wordpress.com/2012/12/05/perilaku-konsumen-pendekatan-ordinal-dan-kardinal/
16september 2013
http://iwakbakar.wordpress.com/2012/03/29/pendekatan-perilaku-konsumen/
18 september2013
TEORI PRILAKU KONSUMEN PENDEKATAN KARDINAL DAN ORDINAL
Selasa, 01 Oktober 2013
Posted by Leli_Twiinly



